Kisah Ralph Baer – Ayah Dari Video Game

Ralph H Baer



Ralph H Baer atau Rudolf Heinrich Baer , lahir sebagai orang Yahudi di Jerman , pada 8 Maret 1922 , hanya berselisih beberapa tahun sebelum Adolf Hitler berkuasa ,keluarga Ralph kabur dari Jerman ke America sebelum perang dunia II ,dan kemudian Ralph bertugas kepada tentara Amerika , setelah itu Ralph meminati bidang elektronik, Ralph mendapat julukan sebagai pemulai di industry video games.

Karena Ralph meminati bidang elektronika , Ralph mengambil korespondensi pada dasar-dasar teknologi dan bekerja di Newyork TV dan bengkel radio selama beberapa tahun sebelum mengikuti sebuah perguruan tinggi teknis di Chicago

Ralph berkata bahwa ide video game pertama kali mucul dibenaknya pada tahun 1951,saat Ralph bekerja dalam desain dan produksi untuk Loral Elektronics, ketika itu Ralph mengajukan ide tentang Game, namun tidak ada seorangpun di Loral Elektronics yang tertarik ketika dia mengajukan ide secara informal , walaupun demikian dia tetap bersikeras terhadap idenya.


Lebih dari satu dekade kemudian dia membuat sebuah proposal formal dikertas sebanyak 12 halaman , ide yang dituliskan oleh Ralph mungkin sangatlah absurd pada saat itu , tapi seeorang esekutif Sanders melihat potensi besar dalam ide Ralph. Sanders pun memberikan modal sebesar USD2.500 (Sekitar Rp 35,000,000)  dan dua insinyur untuk mengerjakan proyek tersebut. Ralph diijinkan untuk mengerjakan pengembangan prototype yang mengarah ke pengajuan US Patent 21 agustus 1969 “Alat dan Metode permainan Televisi “


Sempat macet beberapa tahun, Ralph dan kedua insinyur tersebut hanya mampu membuat tujuh prototype disebuah bengkel rahasia,pada tahun 1971  Ralph dan Sanders berhasil  mengajukan sebuah paten video game pertama, Brown Box merupakan video game besutan mereka


Dengan modal kerja keras , Sanders dan Ralph melakukan presentasi Magnavox Odyssey (konsol permainan video) dihampir semua perusahaan elektronik utama di Amerika , diantaranya General Electric, RCA, dan Sears. Sebelum Magnavox setuju untuk melisensikan dan membuat game. Mulai tahun 1972, Magnavox menjual konsol game Odyssey, dengan harga eceran $ 79 - $ 99, tanpa tambahan opsional.Ini merupakan sistem video game pertama di seluruh dunia.
Magnavox Odyssey


Untuk memaikan game tersebut , pengguna harus memasuk sebuah kartu program kepada konsol tersebut , setiap kartu program tersebut memiliki program/game yang berbeda, 

set tersebut datang dengan lapisan plastik tipis dan transparan yang dapat ditempelkan secara fisik ke layar, memungkinkan pemain menikmati permainan mulai dari roulette hingga tenis hingga ski.pada saat itu system yang dibuat mereka sudah dapat dimainkan di Tv berwarna.Walaupun begitu Magnavox Odyssey tidak menawarkan suara , tidak ada grafik yang perlu dibicarakan , dan pemain harus mencatat skor mereka sendiri dikepala mereka atau diatas kertas , manuver game dibatasi untuk memanipulasi titik titik yang menyala dilayar TV,

di era yang sama, permainan arkad sudah terlebih dahulu booming. Para gamer harus pergi keluar atau pergi ke lokasi tertentu untuk bermain game, yang biasanya setiap mesin memiliki permainan berbeda, oleh karena konsol game ini dapat dimainkan di tv yang dapat memudahkan para pemain untuk bermain, Penjualan Odyssey pun mencapai 100 ribu unit hanya dalam waktu satu tahun saja. Pencapaian ini sangat spektakuler mengingat harga jual konsol ini mencapai USD100 (sekira Rp1,4 juta). Padahal Baer meminta konsol ini dijual seharga USD19,95 (sekira Rp281 ribu) saja.


antusiasme gamer semakin meningkat. Tepat empat tahun konsol ini dirilis, Odyssey merupakan terobosan. Sekitar 300.000 unit terjual, dan konsol Odyssey mengatur panggung untuk industri video game masa kini.
Namun persaingan pasar game mulai memanas ketika Atari mulai memasuki dunia pemasaran game, Atari menarik sebagian perhatian pemain game , melalui game pingpong .

 Nolan Bushnell , merupakan salah satu pendiri Atari mengunjungi laboratorium Odyssey dan memaikan ping-pong elektronik pada consol Odyssey, Atari merilis versi rumah dari Pong tiga tahun kemudian, pada tahun 1975, dan itu adalah permainan yang lebih maju dan lebih sukses daripada Odyssey. Untuk sebagian besar Geeks era 1970-an, Pong adalah sistem video game rumahan pertama mereka, tetapi secara efektif didasarkan pada Odyssey.Singkatnya Atari meniru Odyssey


Magnavox menggugat untuk pelanggaran paten, Bushnell bersaksi bahwa "Saya benar-benar melihat permainan Odyssey dan saya tidak berpikir itu sangat pintar", tetapi gugatan diselesaikan dengan pembayaran $ 700.000 (sekira Rp9,8 miliar), dan Atari secara resmi berada di bawah Odyssey.


Baer juga mengembangkan game elektronik SIMON dengan Howard J. Morrison, dipasarkan oleh Milton Bradley, yang menjadi mana-mana di Amerika pada 1980-an. Penemuannya yang lain yang mencapai pasar termasuk Amazatron, Computer Perfection, Laser Command, Maniac, dan keset bicara Chat-Mat. Pada akhirnya, Ralph kemudian memegang lebih dari 150 paten di Amerika dan di negara lain. Di antara penemuan-penemuannya yang terkenal adalah permainan memori elektronik Simon, yang ia ciptakan bersama Howard Morrison. Gim ini kemudian menjadi sensasi dan masih dijual hingga hari ini.



Karya Ralph pun kemudian diakui oleh Presiden George W. Bush pada 2006. Dia dianugerahi  Medali Teknologi Nasional. Dia juga diterima di National Inventor Hall of Fame pada tahun 2010.
Sayang, pada 2014, dia menghembuskan nafas terakhirnya. Dia meninggalkan dua putra, seorang putri dan empat cucu. Sedangkan istri tercinta sudah meninggal pada 2006 saat berusia 53 tahun. Sedangkan Ralph meninggal pada usia 92 tahun







sumber:

Comments